Jelang
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Magelang yang akan
dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2018 mendatang, Polres Magelang
melaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak tahun 2018,
di halaman Polres Magelang, Rabu (10/10/2018).
Gelar
Apel tersebut juga turut dihadiri oleh segenap jajaran forkopimda
Kabupaten Magelang, dan petugas gabungan pengamanan Pilkades serentak
Kabupaten Magelang.
Kapolres
Magelang, melalui Waka Polres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, dalam
keterangannya mengatakan bahwa, Gelar Pasukan yang diselenggarakan hari
ini adalah untuk pengecekan kesiapan dalam rangka pengamanan Pilkades
serentak tahun 2018.
"Perlu
kita sampaikan bahwa Kabupaten Magelang di tahun 2018 ini, akan
menyelenggarakan Pilkades. Ada 49 Desa yang menyelenggarakan Pilkades di
16 Kecamatan," terang Eko.
Sedangkan
jumlah personel yang akan disiapkan dalam pengamanan Pilkades serentak
tersebut, Eko menyebutkan bahwa, ada sebanyak 1127 personel yang terdiri
dari empat komponen, yakni dari Polri sebanyak 541 personel, TNI 245
personel, Satpol PP 80 personel, dan 245 dari petugas Linmas.
Terkait
pengamanan Pilkades tersebut, pihaknya juga telah melakukan berbagai
upaya baik preventif dan preentif bersama dengan pemerintah, maupun TNI.
"Dari
Polri sendiri kita juga telah melakukan kegiatan calling sistem di
tengah-tengah masyarakat, artinya untuk membuat suasana masyarakat tidak
terlalu konsentrasi pada kegiatan politik, tapi lebih pada
kegiatan-kegiatan lain di luar politik. Jadi kami sendiri sudah
melakukan kegiatan seperti kluyuran kamtibmas, safari jumat, dan ke
tempat-tempat ibadah sebagai bentuk calling sistem kita," papar Eko.
Rencananya,
untuk setiap TPS sendiri akan diberikan penjagaan 9 personel Polri, 5
TNI, dan 5 Linmas. Sedangkan wilayah kerawanan Pilkades kali ini
diperkirakan masih termasuk aman.
"Untuk
daerah rawan di Kabupaten Magelang sementara ini masih dalam kategori
aman semua. Namun demikian, tetap kita antisipasi apabila ada situasi
yang dirasa rawan," ujar Eko.
Pada
kesempatan yang sama, Pj Sekda Kabupaten Magelang, Endra Endah Wacana,
mengungkapkan bahwa, pada Pilkades kali ini, ada satu desa yang tidak
ikut dalam Pemilihan Kepala Desa, yakni desa Kemutuk.
"Karena
sudah kita tunggu, dan desa tersebut tidak ada pendaftarnya sampai
batas akhir yang sudah ditetapkan. Sebenarnya kita sendiri tidak
menginginkan hal tersebut, tetapi karena dari peminat tidak ada, kami
juga tidak bisa berbuat banyak. Maka desa tersebut kita nyatakan gugur
dalam Pilkades tahun ini," ungkap Endra.
Sementara
untuk kelancaran pemerintahan di Desa tersebut, lanjut Endra, pihaknya
akan menunjuk penjabat sementara dalam menjalankan roda pemerintahan di
Desa Kemutuk tersebut.
"Tapi
sebenarnya Pilkades ini paling banyak di tahun depan, ada sekian ratus.
Namun kita belum bisa memastikan tanggalnya berapa. Yang jelas kita
fokus dulu untuk Pilkades 2018 ini," pungkas Endra.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang. 