Apabila kita berbicara tosan aji maka kita tidak bisa lepas dari keberadaan sebuah keris sebagai warisan nenek moyang kita di mana saat ini keris telah menjadi hasil karya anak bangsa yang diakui oleh UNESCO, sebagai warisan budaya yang adi luhung.Selain itu, dari sisi tampilan keris, kita bersama bisa melihat nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya yang tercermin dari pamor tosan aji tersebut.
Harapan
saya pada pertemuan ini, sesuai dengan tema yang diusung yaitu “Kenali
Cintai dan Lestarikan Warisan Budaya Lelelur Tosan Aji” dapat
memberikan pemahaman dari perspektif
historis, bahwa pusaka-pusaka para leluhur kita pernah mencapai kejayaan pada
masanya. Dengan harapan generasi muda
memiliki rasa bangga dapat berpartisipasi untuk melestarikan dan
memanfaatkan sesuai dengan perkembangan jaman disamping untuk supaya pertemuan ini dapat memberikan
pemahaman perspektif historis bagi kita semua.Hal
ini perlu saya sampaikan karena pusaka-pusaka para leluhur kita pernah
mencapai kejayaan pada masanya, yang selanjutnya akan muncul harapan agar generasi
penerus kita dapat terinspirasi untuk meraih kembali kejayaan bangsa di era
global ini, sehingga pada akhirnya kita akan memiliki rasa bangga terhadap
tanah air tercinta Indonesia.
Dan satu hal yang tidak kalah penting dan
perlu kita sadari bersama
adalah, bahwa perkembangan fungsi Tosan Aji yang semula sebagai senjata
tikam untuk melindungi diri dari ancaman musuh, pada saat ini sudah berkembang
tidak lagi menjadi senjata untuk bertarung namun lebih sebagai koleksi pribadi
dan pelengkap busana adat Jawa.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.