sebelum kemerdekaan, warga NU telah turut aktif membangun
wawasan kebangsaan, dan berjuang dengan segenap potensi yang dimiliki, untuk
mengusir penjajahan dari bumi pertiwi, serta membangun kehidupan bangsa yang
religius.
Pada masa-masa pergerakan kemerdekaan, Keluarga Besar Nahdatul Ulama ikut terlibat aktif dalam membangun konsensus
dasar kebangsaan dan kerangka bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar
1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Dan di era pembangunan nasional
saat ini, Nahdatul
Ulama tetap aktif memberikan sumbangsihnya yang besar
kepada masyarakat, bangsa dan negara.
NU adalah organisasi yang memiliki prinsip dasar,
nilai, dan jati diri yang kokoh, yang
mencerminkan organisasi sosial keumatan yang menganut jalan tengah dan lurus
atau moderat, menolak kekerasan dan ekstrimitas, menghormati kemerdekaan dan
kemajemukan, menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah,
dan benar-benar menjadikan Islam sebagai rahmatan lilalamin.
Selain itu, NU adalah
organisasi yang senantiasa membangun
kemitraan dengan Pemerintah untuk menyukseskan program-program pembangunan dan peningkatan
kesejahteraan rakyat, baik
melalui penerapan ekonomi kerakyatan, penyelenggaraan pendidikan, baik
melalui pondok pesantren maupun
pendidikan umum, serta gerakan-gerakan
melawan kemungkaran seperti
pemberantasan narkoba dan
korupsi.
Kami berharap dengan prinsip dasar, nilai dan jati diri yang utama ini, NU terus meningkatkan pengabdian dan perannya dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. ***)Widodo Anwari, S.Sos