Pada hari ini, bersama – sama kita berkumpul
dan memadupadankan tekad dan niat kita untuk memajukan kesejahteraan Kabupaten
Magelang melalui peningkatan konsumsi ikan yang telah diakui manfaatnya bagi
kesehatan serta kecerdasan oleh para ahli gizi. Sampai saat ini tingkat
konsumsi ikan kabupaten Magelang baru mencapai 19,04 kg/kapita/tahun masih jauh
lebih rendah apabila dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan nasional yang
sebesar 43,88 kg/kapita/tahun. Hal ini merupakan tantangan bagi kita semua
untuk meningkatkan angka tingkat konsumsi ikan Kab Magelang paling tidak
menyamai tingkat konsumsi ikan nasional dan lebih hebat lagi dapat
melebihi.
Untuk meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten
Magelang, maka membudayakan makan ikan di masyarakat terutama kalangan generasi
muda adalah suatu keharusan. Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan
(GEMARIKAN) diharapkan tumbuh kesadaran gizi individu maupun kolektif
masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan yang aman, sehat, dan halal dengan
melibatkan seluruh elemen bangsa.
Berdasarkan falsafah Yunani kuno, yaitu : Mensana
In Corpore Sano, yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa/otak
yang cerdas, maka pemberian nutrisi dan gizi yang baik haruslah dimulai sejak
dari usia dini terutama saat dalam kandungan hingga usia balita dimana
perkembangan fisik dan mental, pada fase ini sangat pesat.
Agar generasi penerus bangsa dapat diandalkan
di masa yang akan datang, maka bukan saja generasi yang cerdas dan sehat saja
yang diperlukan tetapi juga mempunyai mental dan perilaku atau akhlak yang
baik. Asupan yang sehat dan bergizi, bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan
perkembangan kecerdasan anak.
Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani
merupakan jawaban yang tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan
baik. Dari dahulu sampai sekarang
ahli-ahli gizi tidak bosan-bosannya mengingatkan kita untuk selalu mengkonsumsi
ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein yang dikandung ikan
berkualitas tinggi.
Akan tetapi sayang potensi yang ada belum
tergarap dengan optimal dan untuk perikanan tangkap diperairan umum masih
menghadapi kendala dengan semakin menurunnya populasi ikan endemik sungai. Menurunnya
populasi ikan diperarian umum lebih disebabkan oleh praktek – praktek
penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Seperti penangkapan ikan dengan menggunakan
racun ikan, bom ikan, dan setrum. Untuk itu saya mengajak kepada semua pihak
untuk memberantas praktek – praktek penangkapan ikan yang tidak ramah
lingkungan tersebut.***) Widodo Anwari, S.Sos