Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Panitia Merti Desa atas terselenggaranya acara pada malam ini. Merupakan kegiatan yang sangat positif dalam rangka mendukung Kabupaten Magelang sebagai Kabupaten Pelestari Budaya.
Saparan Merti Desa pada hakikatnya merupakan sebuah kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan-Nya. Karunia tersebut bisa berupa apa saja seperti rezeki, keselamatan atau juga kesalarasan dan ketentraman. Lebih dari itu, merti dusun juga merupakan sebuah wadah di mana para penduduk bisa membina tali silaturahmi, saling menghormati, serta saling tepa selira.
Perlu kita ketahui bersama bahwa ketiga hal tersebut sudah mulai jarang terkespresikan di dalam masyarakat. Padahal terlepas dari berbagai kemudahan teknologi yang bisa mempermudah tali silaturahmi misalnya, sebagai makhluk sosial sejatinya kita perlu berinterksi dan bertemu langsung dengan masyarakat lainnya.
Selain sebagai manifestasi rasa syukur kepada Yang Maha Esa, Merti Desa juga merupakan sebuah perwujudan keselarasan manusia dengan alam. Selama hidupnya manusia telah hidup berdampingan dengan alam dan mengambil banyak materi dari alam.
Namun
demikian, pemanfaatan itu tidak boleh terlepas dari tata cara sehingga bisa
menimbulkan eksploitasi berlebihan terhadap alam. Padahal dalam hakikatnya
manusia dan alam saling melengkapi. Jika
dalam panen raya, masyarakat mendapatkan hasil yang banyak hal itu tentu saja
tidak terlepas dari tata cara pengolahan alam yang baik.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.